«

»

Bagaimana Uang Kertas, Emas, dan Kenapa US Dollar Berkuasa ?

Asal Usul Uang Kertas

Uang Kertas saat ini digunakan sebagai alat tukar, baik untuk membeli barang maupun jasa.  tetapi bagaimana uang kertas bisa menjadi alat tukar dan menggantikan Emas dan Perak yang jelas berharga. Emas berharga sedari adanya nabi Adam didunia bahkan menjadi perhiasan sampai ke surga….. :)

Dahulu kala untuk memenuhi kebutuhan hidupnya manusia berusaha sendiri. berburu dan meramu, beternak, bertani, membuat sendiri pakaian, dan sebagainya. keterbatasan kemampuan manusia untuk memenuhi semua kebutuhannya dengan melakukannya sendiri mendorong manusia untuk melakukan pertukaran atau yang dikenal dengan istilah barter, yakni pertukaran antara barang dengan barang, sesuai apa yang saling dibutuhkan.  Pada perkembangan selanjutnya, cara barter ini dianggap kurang praktis karena adanya beberapa masalah seperti sulitnya menemukan orang yang mau bertukar sesuai dengan kebutuhannya, kesulitan pengangkutan/transportasi, kesamaan nilai barang yang ditukar, dan sebagainya. karena kesulitan-kesulitan tersebut mulai timbul pikiran-pikiran untuk menjadikan benda-benda tertentu sebagai alat tukar, yang bernilai tinggi, dianggap berharga oleh siapapun, tahan lama, bisa dipecah2 tanpa mengurangi nilainya, mudah dibawa kemana-mana, dan akhirnya dipilihlah Emas dan Perak sebagai alat tukar, yang dapat menjawab semuanya. Emas juga memiliki keunggulan karena tidak bisa diciptakan manusia dan untuk mendapatkannya harus ditambang. Emas sudah menjadi alat tukar sejak zaman romawi kuno, cina kuno, mesir  kuno dan peradaban lainnya. Emas adalah uang sepanjang zaman diakui ataupun tidak ia selalu berharga. Dahulu kala, disebagian besar eropa orang-orang yahudi dilarang memiliki tanah, yang membuat mereka tidak bisa menjadi petani. lalu mereka berpikir keras bagaimana agar bisa mendapat pekerjaan yang prospektif. lalu mereka menemukan cara, yakni menjadi penjual jasa penyimpanan emas yang disebut dengan goldsmith (gold berarti emas, smith berarti semit atau yahudi). Dengan alasan Untuk setiap emas yang disimpan, goldsmith mengeluarkan secarik kertas (sertifikat) berisi keterangan tentang kepemilikan emas sejumlah tertentu pada goldsmith dan jasa ini dikenakan biaya. Setiap saat bila pemilik emas ingin mengambil simpanannya, ia tinggal menunjukkan sertifikat tersebut. jadi jika seseorang memiliki uang kertas senilai 1 miliar itu berarti ada emas senilai 1 miliar yang tersimpan dan bisa diambil kapan saja. semenjak saat itu sertifikat tersebut menjadi berharga, karena ada back up emas dibelakangnya. lama kelamaan dengan alasan praktis manusia mulai membelanjakan dan menerima sertifikat tersebut untuk bertransaksi. dan menjadilah sertifikat tersebut yang kita sebut uang kertas.

Perjanjian Tentang Uang Kertas Yang Mewakili Emas
          Banyaknya kekacauan moneter yang dimulai jauh pada abad ke 18 dan 19, berlanjut hingga perang dunia I, dunia membutuhkan sistem moneter yang menjadi solusi. keadaan diperburuk dengan terjadinya great depression tahun 1930-an yang menyerang amerika dan berlanjut hingga mendekati akhir perang dunia II. setelah perang Dunia II amerika menggagas perjanjian/ kesepakatan untuk menjalankan sebuah sistem bersama yang dikenal dengan Bretton Woods, dinamai demikian karena kesepakatan yang dihadiri 730 orang wakil dari 44 negara, ditandatangani di hotel Mount Washington di bretton woods. New Hampshire, AS pada 1944.
Dalam sistem ini disepakati bahwa US Dollar berperan sentral dalam sistem moneter dunia, dan US Dollar dapat dijadikan cadangan devisa. Selain itu yang perlu diberi perhatian penuh adalah sistem ini menetapkan bahwa untuk setiap pencetakan USD 35 equal dengan satu ons emas sebagai back up. Begitulah peristiwa Bretton Woods menandai dimulainya era Fixed Exchange Rate dengan back up emas. Sebagai penggagas bretton woods, hasil  ini sangat menguntungkan amerika karena dolar amerika menjadi standar hitungan. Akan tetapi lama kelamaan Amerika kesulitan untuk memenuhi kuota emas setiap kali mencetak dolar. Secara perlahan kesepakatan yang digagasnya ini dilanggarnya sendiri. Tentu akan lebih mudah mencetak dolar bagi Amerika daripada mendapatkan emas. puncak kericuhan terjadi ketika Amerika telibat perang Vietnam ditahun 60-an yang membutuhkan banyak biaya. Untuk membiayai pengeluaran pemerintah dari belanja militer presiden johnson, The Federal Reserve atau The fed (dibawah payung federal reserve act, 1913, The Fed lah yang berhak menerbitkan dan mencetak dolar, bukan Departemen Keuangan AS, disinilah keanehannya otoritas mencetak uang dipegang oleh institusi swasta, bukan dimiliki oleh negara)  ternyata mengeluarkan uang melebihi kemampuan cadangan emasnya. Lalu satu isi kesepakatan yang membolehkan negara penandatangan untuk menyetarakan uangnya dengan emas juga mulai diingkari. Negara-negara pemegang dolar tidak bisa serta merta menukarnya dengn emas, tentu saja karena emas yang tersedia tidak cukup. Pada saat itu Amerika hanya memiliki 22% cadangan emas dari jumlah yang seharusnya dimiliki.
Ujungnya terjadilah yang disebut “Dollar Overhang”, yakni nilai dolar yang disimpan sebagai cadangan devisa oleh negara-negara mitra AS, telah melampaui nilai emas yang disimpan Amerika sebagai cadangan setiap dolar yang mereka cetak. Gelombang protes dan penolakan terjadi Perancis dan Spanyol mulai menukarkan cadangan dolarnya kembali ke emas. Adalah Charless de Gaulle presiden ke 5 Perancis yang secara terbuka menyerang eksistensi Dolar dan mengundang negara-negara dunia lainnya untuk menciptakan rezim moneter yang kembali kepada emas. De Gaulle tidak main-main, ia mengapalkan ke Amerika dan meminta untuk diganti dengan emas. Tahun 1965, De Gaulle memerintahkan Perancis mengonversi 150 juta dolar AS kedalam emas. Ia juga merencanakan untuk menukarkan dolar dalam jumlah yang sama. Begitu penukaran yang pertama sukses, tindakan itu diikuti Spanyol yang menukarkan 60 juta dolar AS kedalam Emas. Langkah ini sangat memukul Amerika Serikat. Simpanan emas mereka di Fort Knox berkurang senilai 100 juta US Dollar hingga tinggal 15,1 miliar US Dollar.
Berakhirnya Era Uang Kertas Yang Dijamin Emas.
        Amerika sudah tidak bisa lagi mengendalikan keuangannya jika dikaitkan dengan cadangan emas. Akhirnya pada tahun 1971, amerika secara sepihak memutuskan untuk tidak lagi mengaitkan dolarnya dengan cadangan emas yang mereka miliki, karena mereka sudah menyerah dan angkat tangan, presiden Nixon sudah melempar handuk, kejadian yang disebut Nixon Shock tanggal 15 Agustus 1971 itu telah membuat seluruh mata uang di dunia termasuk dolar yang menjadi sentral, tidak bisa lagi kita anggap memiliki nilai. Empat bulan setelah kejadian itu, pada 18 Desember 1971 smithsonian Agreement dikeluarkan. Perjanjian yang ditandatangani bersama negara-negara industri G10 inilah yang kemudian secara resmi mengakhiri era fixed exchange rate yang ditetapkan dalam Bretton Woods, menjadi floating exchange rate yang harus diikuti oleh seluruh negara anggota IMF (yang seringkali gagal menjalankan fungsinya), termasuk di Indonesia, hingga sekarang.
Jadi uang kertas yang kita punya saat ini, tidak ada jaminan emasnya. kesimpulannya apa perbedaan mendasar antara tahun sebelum 1971 dan setelahnya?. Sebelum 1971, penggunaan emas bisa dikatakan normal karena ada setiap uang kertas yang dicetak, perlu cadangan emas dengan berat tertentu. Pada tahun 1971, sebagai dampak dan ulah Amerika, berakhirlah perjanjian/ sistem Bretton Woods dan dolar dicetak suka-suka, mengambang dan kosong. Tapi ini justru makin membuat AS tersenyum lebar, karena kata Henry C K Liu, negara AS lah yang boleh mencetak dolar, sedang masyarakat dunia lainnya menyediakan barang, tambang dan jasa yang bisa ditukar dengan dolar/kertas karena dolar Amerika diterima diseluruh Dunia.
Wallahua’lam
Sumber :
Think Dinar
Satanic Finance
Wikipedia
iyasung.blogspot.com
dll

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>